Sudah beberapa minggu terakhir ini kita tahu bahwa pasokan film dari Holywood di stop peredarannya dari bioskop Indonesia. Perdebatan panjang pun terjadi. Berbagai paradigma bermunculan seperti layaknya lapak obat kuat di malam hari. Asumsi-asumsi muncul ke permukaan dan mungkin tidak akan pernah ketahui motif serta maksud dibaliknya.
Tapi dari sekian banyak perdebatan, pendapat ataupun paradigma yang muncul akibat kejadian ini, ada satu yang sangat menggelitik sekaligus sukses membuat tangan saya sangat gatal untuk mengetik.
Beginilah kurang lebih beberapa bunyi dari “hal” yang saya maksud tersebut “Biarlah film holywood diembargo, sehingga dengan demikian perfilman Indonesia bisa maju” “Inilah saatnya perfilman Indonesia bangkit” , dsb dsb…
Baik secara langsung ataupun tidak langsung, hal tersebut didukung oleh beberapa aktor kawakan serta sutradara terkenal Indonesia. Bahkan tak ketinggalan juga aktor yang sekarang beralih menjadi politisi, inilah sebenarnya yang selalu saya takutkan dari seorang aktor yang menjadi politisi, karena menurut saya politisi tak lebih dari seorang aktor dan tidak ada hal yang lebih buruk dan menyeramkan selain seorang aktor yang menjadi politisi.
Well, kembali ke topik, coba pikirkan sekali lagi mengenai beberapa bunyi yang saya ketik diatas? Apakah kamu menemukan suatu keanehan?
Kalau kita cermati dan memandang dari sudut pandang yang berbeda, entah kenapa hal ini tidak lagi menjadi suatu pembenaran tapi berbalik menjadi sesuatu yang aneh…Memalukan lebih tepatnya…Tidakkah kita menyadari bahwa bunyi dari kata-kata tersebut mencerminkan dari sikap mental bangsa Indonesia? Apakah Perfilman Indonesia cuma akan maju kalau film-film Holywood dihentikan peredarannya? Lalu apakah kita bangga menjadi pemenang tanpa ada tandingan? Nomor satu dengan peserta yang hanya satu?
Pada satu sudut pandang, persoalannya sama sekali bukan terletak pada film Holywood. Yang menjadi persoalan adalah faktanya, penonton Indonesia sudah terlalu muak dengan film tentang hantu dan cerita setan, mulai yang dulu cuma bisa ngesot sampe sekarang yang sudah jago goyang.
Di luar segala alasan yang ada, dari sudut pandang saya, Perfilman Indonesia harus bangkit dengan kemampuannya sendiri apapun itu keadaannya. Jangan menyalahkan satu pihak karena kita tidak mampu bersaing melawannya, karena itu sama saja seperti membenarkan seseorang membakar atau menjarah harta orang lainnya dengan alasan orang tersebut tidak mampu memilikinya.
Inilah sifat mental bangsa Indonesia yang tidak bisa kita pungkiri masih ada pada diri sebagian besar dari kita. Iri akan keadaan orang yang lebih maju, iri akan kondisi pihak lain yang lebih berhasil dan sukses. Lihatlah contohnya, seberapa banyak film setan yang muncul sebagai latah dari kesuksesan film tertentu atau kalau kita turun kasta sedikit, seberapa banyak sinetron yang cuma adopsi hampir mentah-mentah dari film seri luar dan seberapa banyak pula cerita sinetron yang isi serta inti ceritanya itu-itu aja.
Di luar sana, kesuksesan film “Jurasic Park” dulu tidak menggoda mereka membuat “Jurasic River”, “Jurasic Ocean” ataupun “Jurasic Mountain” kan? Dan begitu melegendanya film “Star Wars” tidak serta merta membuat mereka latah membuat “Moon Wars”, “Sun Wars” ataupun “Planet Wars” kan?
Inilah sikap mental yang harus dirubah sebelum kita mencoba beralasan lagi. Lihatlah China, yang di embargo oleh Amerika, bukan cuma film, tapi negaranya, tapi lihat seberapa hebat mereka sekarang, semua itu karena mereka tidak sibuk mencari alasan saat negaranya diembargo, mereka tutup mulut dan bertindak serta bekerja sekuat tenaga dengan sikap mental yang luar biasa.
Entah sampai kapan saya bisa mendengar kata-kata semangat dari pendiri bangsa, Bung Karno menular pada sineas Indonesia yang dengan bangga berkata ataupun sekedar menyebut dalam hati “Kami tidak takut…Amerika akan kita setrika dan Inggris kita linggis”.
Just hope in my deep heart, that day will come…
Keep Ur Mental Post”itive”,
Bobby P M
4 comments:
gue kira ini postingan tentang pak plokis. haha..santai aja. itu anjing2 biarin aja gonggong, kita pake ipod (lho.. gue ga punya ipod ya) sambil kerja.
Met > Hahaha..besok besok aja dah Pak Plokis...udah gatel sih, tapi pasti g wartakan...hahaha
Mantaps bro postnya hehehe ^^ sebagai pembaca setia gw setuju banget hahaha, keep up the good work ;p
Vin > huehehe..Thx a lot bro..
Post a Comment