Sharing Something Good

"just" (Sharing) "just" [Something] "just" {Good}...

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Buy Domain Name

Site Info

Wednesday, March 9, 2011

Mereka bilang saya Cina (saya bilang so what?)

3comments

Provokatif? Tenang dulu…Jangan keburu parno menggunakan sudut pandang yang berlaku secara umum di pasaran karena isinya sama sekali bukan curhatan atas pencemaran nama baik ras ataupun hujatan dan penghinaan atas seseorang, apalagi diri saya (biasanya mereka bilang saya Arab atau mereka bilang saya Korea..huehehe).


Jadi begini isinya…


Alkisah suatu hari terjadi perselisihan antara Cina dan Soviet, dimana saking panasnya perselisihan tersebut sampai-sampai pemerintah Soviet mengeluarkan statement “Meskipun rakyat Cina harus berbagi 1 celana dalam untuk 2 orang, Cina tetap saja tidak akan mampu membayar hutangnya.”


Pernyataan yang sangat menyinggung perasaan tersebut akhirnya disampaikan oleh Mao Tse Tung-pemimpin Cina saat itu kepada seluruh rakyatnya melalui siaran Radio secara terus menerus dari pagi sampai malam, sambil mengajak seluruh rakyatnya bangkit untuk melawan penghinaan tersebut dengan cara berkorban.


Mao mengajak rakyatnya untuk menyisihkan sebutir beras (hanya sebutir beras) untuk setiap anggota keluarga setiap kali mereka memasak. Beras yang disisihkan dari 1 Milyar penduduk Cina tersebut tentunya akan menghasilkan 1 Milyar butir beras setiap hari. Dimana hasilnya dikumpulkan pemerintah untuk dijual dan uangnya digunakan untuk membayar hutang ke Soviet sehingga akhirnya Cina berhasil melunasi hutangnya dalam waktu sangat cepat.


Nah, dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Sudah sangat sering kita melihat orang yang terlalu berlebihan dalam banyak hal. Ada yang terlalu berlebihan memperhatikan penampilannya, ada yang terlalu berlebihan emosinya, juga ada yang terlalu berlebihan dalam menanggapi omongan orang lain.


Reaksi berlebihan tersebut biasanya berujung pada satu sifat yaitu gengsi. Dan tidak ada yang lebih buruk saat gengsi bersublimasi dengan emosi karena hasil dari manifestasi duet maut tersebut terbukti tidak pernah baik.


Coba bayangkan kalau saat itu Cina dengan pemimpinnya Mao menanggapi hal yang menghina gengsi mereka sampai sisi terdalamnya tersebut dengan emosi. Hasilnya sudah pasti bukan Cina seperti yang kita lihat sekarang ini.


Kita tidak hidup dari omongan orang, gengsi tidak akan bisa memberi makan dan emosi tidak akan bisa membentuk kepribadian serta kehidupan yang lebih baik. Jadi kalau kita sudah tahu dan sadar akan hal tersebut, untuk apa kita emosi karena ejekan orang dan gengsi akan sesuatu yang memang belum mampu kita miliki, yang cuma akan membuat kita tambah susah.


Sudahlah, terima hidup apa adanya, jangan terlalu berlebihan memusingkan apa pandangan orang akan penampilan kita, toh saat kita susah mereka juga tidak akan bisa membantu kita, mentertawai malah iyah.


Juga jangan terlalu berlebihan dalam bereaksi atas ejekan orang, jadikan ejekan tersebut sebagai sumber semangat dan berjuanglah sekeras mungkin dengan itu. Jadilah orang yang tertawa paling akhir, karena suara dan gema-nya akan jauh lebih terdengar.


Well, sederhananya, kalau 1 Milyar orang Cina bisa menahan emosi, berkorban berpuluh-puluh tahun, dan berpikir panjang melintasi generasi demi generasi sampai akhirnya sebesar sekarang, tidak ada alasan untuk tidak bisa dan kita sebagai individu harus bisa.


Jadi suatu hari, saat mereka bilang kamu Cina, balaslah dengan berkata “So What?”. Tapi inget yah, diucapkannya di dalam hati karena itu tidak akan mengundang emosi dan impactnya akan jauh lebih dalam. Itu Pasti!


Inspired from book “The Little Red Book-Leadership Secrets of Mao Tse-Tung”


Keep “Post”itive,

Bobby P Mulya

Wednesday, March 2, 2011

Memalukan

4comments

Sudah beberapa minggu terakhir ini kita tahu bahwa pasokan film dari Holywood di stop peredarannya dari bioskop Indonesia. Perdebatan panjang pun terjadi. Berbagai paradigma bermunculan seperti layaknya lapak obat kuat di malam hari. Asumsi-asumsi muncul ke permukaan dan mungkin tidak akan pernah ketahui motif serta maksud dibaliknya.


Tapi dari sekian banyak perdebatan, pendapat ataupun paradigma yang muncul akibat kejadian ini, ada satu yang sangat menggelitik sekaligus sukses membuat tangan saya sangat gatal untuk mengetik.


Beginilah kurang lebih beberapa bunyi dari “hal” yang saya maksud tersebut “Biarlah film holywood diembargo, sehingga dengan demikian perfilman Indonesia bisa maju” “Inilah saatnya perfilman Indonesia bangkit” , dsb dsb…


Baik secara langsung ataupun tidak langsung, hal tersebut didukung oleh beberapa aktor kawakan serta sutradara terkenal Indonesia. Bahkan tak ketinggalan juga aktor yang sekarang beralih menjadi politisi, inilah sebenarnya yang selalu saya takutkan dari seorang aktor yang menjadi politisi, karena menurut saya politisi tak lebih dari seorang aktor dan tidak ada hal yang lebih buruk dan menyeramkan selain seorang aktor yang menjadi politisi.


Well, kembali ke topik, coba pikirkan sekali lagi mengenai beberapa bunyi yang saya ketik diatas? Apakah kamu menemukan suatu keanehan?


Kalau kita cermati dan memandang dari sudut pandang yang berbeda, entah kenapa hal ini tidak lagi menjadi suatu pembenaran tapi berbalik menjadi sesuatu yang aneh…Memalukan lebih tepatnya…Tidakkah kita menyadari bahwa bunyi dari kata-kata tersebut mencerminkan dari sikap mental bangsa Indonesia? Apakah Perfilman Indonesia cuma akan maju kalau film-film Holywood dihentikan peredarannya? Lalu apakah kita bangga menjadi pemenang tanpa ada tandingan? Nomor satu dengan peserta yang hanya satu?


Pada satu sudut pandang, persoalannya sama sekali bukan terletak pada film Holywood. Yang menjadi persoalan adalah faktanya, penonton Indonesia sudah terlalu muak dengan film tentang hantu dan cerita setan, mulai yang dulu cuma bisa ngesot sampe sekarang yang sudah jago goyang.


Di luar segala alasan yang ada, dari sudut pandang saya, Perfilman Indonesia harus bangkit dengan kemampuannya sendiri apapun itu keadaannya. Jangan menyalahkan satu pihak karena kita tidak mampu bersaing melawannya, karena itu sama saja seperti membenarkan seseorang membakar atau menjarah harta orang lainnya dengan alasan orang tersebut tidak mampu memilikinya.


Inilah sifat mental bangsa Indonesia yang tidak bisa kita pungkiri masih ada pada diri sebagian besar dari kita. Iri akan keadaan orang yang lebih maju, iri akan kondisi pihak lain yang lebih berhasil dan sukses. Lihatlah contohnya, seberapa banyak film setan yang muncul sebagai latah dari kesuksesan film tertentu atau kalau kita turun kasta sedikit, seberapa banyak sinetron yang cuma adopsi hampir mentah-mentah dari film seri luar dan seberapa banyak pula cerita sinetron yang isi serta inti ceritanya itu-itu aja.


Di luar sana, kesuksesan film “Jurasic Park” dulu tidak menggoda mereka membuat “Jurasic River”, “Jurasic Ocean” ataupun “Jurasic Mountain” kan? Dan begitu melegendanya film “Star Wars” tidak serta merta membuat mereka latah membuat “Moon Wars”, “Sun Wars” ataupun “Planet Wars” kan?


Inilah sikap mental yang harus dirubah sebelum kita mencoba beralasan lagi. Lihatlah China, yang di embargo oleh Amerika, bukan cuma film, tapi negaranya, tapi lihat seberapa hebat mereka sekarang, semua itu karena mereka tidak sibuk mencari alasan saat negaranya diembargo, mereka tutup mulut dan bertindak serta bekerja sekuat tenaga dengan sikap mental yang luar biasa.


Entah sampai kapan saya bisa mendengar kata-kata semangat dari pendiri bangsa, Bung Karno menular pada sineas Indonesia yang dengan bangga berkata ataupun sekedar menyebut dalam hati “Kami tidak takut…Amerika akan kita setrika dan Inggris kita linggis”.


Just hope in my deep heart, that day will come…


Keep Ur Mental Post”itive”,

Bobby P M

Friday, February 25, 2011

Tuhan?ada atau tidak ada?

3comments
TUHAN…….

Adalah satu kata sederhana namun mempunyai kekuatan yang tak terbatas dibaliknya. Satu kata yang diagung-agungkan begitu banyak orang, namun tak bisa dipungkiri begitu banyak pula darah tertumpah. Dari mulai perang salib sampai kepada kejadian jemaat ahmadiyah belum lama ini.

TUHAN…….

Adalah satu kata yang kontroversi. Mengundang perdebatan. Suatu perdebatan panjang yang tak pernah selesai antara Tuhan itu ada atau tidak ada, tentang Tuhan siapa yang paling benar dan Tuhan siapa yang paling eksis. Perdebatan yang tidak akan pernah selesai dalam hitungan tahun, jaman bahkan abad. Tidak dalam rentang hitungan satuan waktu, karena, disadari atau tidak, bukan itu yang menjadi inti permasalahannya.

Perbedaan…

Apapun itu bentuk dan wujudnya adalah hal yang sangat lumrah terjadi. Diciptakan untuk diselesaikan bersama. Ada untuk mengimbangi dan memenuhi keseimbangan bernama Persamaan.

Saat perbedaan dalam satu cara pandang tidak pernah menemui kesamaanya, itu artinya sudah saatnya kita mengubah sudut pandang masing-masing. Sudah saatnya kita menciptakan perspektif baru untuk mencapai suatu persamaan dari perbedaan itu.

Untuk yang percaya bahwa Tuhan itu ada, jadikanlah Tuhan sebagai contoh dan teladan terbaik dalam hidup, jadikanlah doa sebagai sumber semangat hidup dan bekerja keraslah setelahnya. Janganlah mengekspolitasi doa hanya untuk meminta, meminta dan meminta. Karena Dia, apapun sebutannya tidak akan pernah mengabulkan permintaan yang tidak pantas untuk dikabulkan, memberi sesuatu yang tidak pantas diterima.

Oleh karena itu siapkanlah diri anda, pantaskanlah diri anda untuk menerimanya dengan menjadi pribadi yang baik, berpikiran positif dan bekerja keras. Tidak perlu engaku pikirkan Tuhan itu ada, atau tidak, Tuhan siapa yang paling benar atau yang paling eksis, tapi cukup Yakinlah dan Percayalah kepadaNya.

Untuk yang tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, jadikanlah hidup sebagai kekuatan dan pengalaman terindah untuk hidup itu sendiri, jadikanlah semesta sebagai sumber kehidupan dan bukalah hati serta pikiran agar bisa menerima segala kebaikan dan aura positif dari semesta. Janganlah kita menjadikan rasa tidak percaya terhadap Tuhan untuk membenarkan perbuatan dan kelakuan yang buruk dan tidak pantas.

Karena Dia, apapun sebutannya dan seperti apapun wujudnya adalah semesta mulia yang memberikan segala kebaikan kalau kita menyiapkan diri untuk pantas menerimanya. Tidak perlu engkau pikirkan Tuhan itu ada atau tidak, tapi cukup Yakin dan Percayalah kepada sesuatu itu.

Jadi berhentilah untuk berdebat, berhentilah untuk mempertanyakan dan membodohi diri atas sesuatu yang tidak akan pernah bisa terselesaikan. Berhentilah membuang waktu karena sesungguhnya apapun sebutannya dan apapun wujudnya, kekuatan terbesar dalam hidup adalah diri kita sendiri.

Believe in Post"itive",
Bobby P Mulya

Saturday, February 19, 2011

Point of View

2comments

Ola, setelah absen lama banget (1posting 1bulan dari janji saya 1posting 1minggu) akhirnya saya dapat inspirasi menarik yang bisa saya share dan semoga ini menjadi awal dari pembelajaran konsistensi diri dan pemenuhan janji untuk posting minimal satu minggu satu sekali.


Dari awal, tujuan dari blog ini adalah utk share something dengan point of view atau cara pandang yang berbeda dari kebiasaan yang seharusnya, cara pandang dari titik ataupun sudut yang mungkin jarang terpikirkan oleh orang pada umumnya.


Namun dari awal saya belum menemukan contoh sederhana yang bisa dengan mudah dimengerti banyak orang apa yang saya maksud dgn “point of view” tersebut dan apa tujuan sebenarnya dari blog ini selain hanya untuk “menyampah”.


Well, memang benar adanya, kadang-kadang inspirasi datang dari hal yang sangat sederhana, dari hal yang begitu dekat dengan kita namun tidak terlihat oleh kita, dari keseharian yang kita jalani namun tidak kita sadari. Dari kesederhanaan itulah saya menemukan inspirasi untuk bisa memberikan contoh yang saya maksud yang bisa selalu diingat dan menjadi suatu acuan oleh orang yang membaca tulisan ini.


Pertanyaanya adalah: Mengapa mobil hitam disebut hitam? Mengapa Blackberry yang saya pakai disebut berwarna hitam padahal tidak seluruhnya berwarna hitam? Dan benarkah hitam selalu hitam?


Tentu jawabannya bisa kita jawab dengan mudah, mobil hitam disebut hitam karena hampir sebagian besar dari cat yang menempel pada bodynya adalah berwarna hitam, alasan yang sama untuk Blackberry hitam yang saya pakai. Namun kalau kita perhatikan lebih jauh dan lebih seksama, hitam pada mobil dan hitam pada Blackberry tersebut tidaklah semuanya hitam.


Pada mobil ada lampu yang berwarna merah, kuning dan putih serta ada velg dan aksesorislainnya yang biasanya berwarna silver, begitu juga dengan Blackberry, ada casing samping dan logo yang berwarna silver gloss dan ada warna hijau serta merah pada keypadnya.


Nah, begitupula dengan pikiran dan cara pandang kita terhadap sesuatu. Biasanya kita hanya memikirkan sesuatu atas cara pandang yang berlaku secara umum di masyarakat, padahal dari contoh diatas, warna hitam tidaklah selalu hitam, ada warna kuning, merah, putih, silver ataupun warna lainnya. Dalam kaitannya dengan pemikiran dan cara pandang, begitupulalah yang seharusnya terjadi. There is always another point of view untuk suatu persoalan, permasalahan ataupun suatu ide.


Saat saya eksplorasi lebih jauh, saya bahkan menemukan sesuatu yang sungguh sangat unik. Saya memperhatikan seluruh benda yang ada disekeliling saya, mulai dari lantai, dinding, jam, tv. baju, celana, sepatu, kantong belanja, sampai ke kulit saya sendiri, dan yang saya temukan adalah bahwa tidak ada satupun warna yang absolut, sekecil apapun itu, tidak ada satupun warna yang berdiri sendiri, warna yang satu ada untuk melengkapi warna yang lain dan tanpa adanya warna tersebut, satu warna tidak bisa disebut warna karena kehilangan pelengkapnya ataupun kontradiksinya.


Dengan contoh diatas, begitulah seharusnya pemikiran kita terhadap suatu apapun itu, bahwa There is always another point of view. Sekali lagi sekecil apapun itu, akan selalu ada suatu pemecahan atas suatu permasalahan, akan selalu ada pengembangan dan inovasi atas suatu ide yang sudah ada. Kuncinya adalah bagaimana kita mau untuk sedikit berpikir lebih jauh, berpikir dari sudut pandang yang lain, berpikir dari sisi sebaliknya, sisi kontradiktif yang ada karena dari sanalah kita akan menemukan pemikiran-pemikiran dan solusi-solusi baru yang sebenernya kalo disadari kadang-kadang jauh lebih sederhana dari yang seharusnya.


Semoga dengan adanya contoh dan pertanyaan tersebut, kita dapat menghadapi segala sesuatunya dengan jauh lebih dewasa, bahwa permasalahan sebenarnya tidak selalu terlihat berat seperti kelihatannya kalau saja kita mau memandangnya dengan perspektif lain dan dengan pendekatan yang baru, bahwa permasalahan adalah bagian dari hidup dan solusi adalah teman setia yang melengkapinya seperti layaknya warna yang saling melengkapi untuk menjaga eksistensi warna yang lainnya.


Just remember about colour of view saat kita membutuhkan another point of view. Cheers^^


Keep it Post”itive”,

Bobby P Mulya

Saturday, January 8, 2011

New Happy Year

2comments

Tulisan ini saya dedikasikan untuk orang-orang terhormat yang benar-benar mengucapkan, menyambut dan merayakan tahun baru ini dengan cara dan buatannya sendiri. Bukan dengan cara murahan yaitu copy paste and send. Yang saking bodoh dan malasnya sampai-sampai terkadang lupa untuk mengganti nama pengirim aslinya dengan namanya sendiri.


Saya percaya dan kita semua tahu bahwa sesuatu yang besar dimulai dari satu langkah kecil. Untuk itu saya lebih menghargai seseorang yang mengucapkan kata sederhana seperti “selamat tahun baru” atau “happy new year” tetapi ditulis secara tulus dan diketik secara pribadi huruf demi huruf ketimbang jutaan emoticon ataupun hiasan-hiasan kata yang dikirim melalui sistem copy paste.


Demikian pula halnya dengan resolusi, begitu banyak orang yang berharap dan berkeinginan untuk mencapai satu resolusi besar tanpa mau memulainya dari satu perubahan kecil, dari satu tindakan yang sederhana namun nyata. Maka gak ada yang lebih menggelikan sekaligus menyedihkan daripada seseorang yang mempunyai resolusi besar tetapi melakukan copy paste untuk sekedar mengucapkan selamat tahun baru.


Sebagian orang mungkin akan menyangkal ini dan sebagian lainnya akan menganggap apa yang saya tulis disini adalah hal remeh, hal kecil yang tidak berguna dan tidak bermakna. Maka satu tahun dari sekarang, orang-orang jenis itu cuma akan bisa berkata bahwa waktu berlalu begitu cepat, sekarang sudah tahun baru lagi, mari kita memulai resolusi baru, memulai langkah besar dan lupakanlah langkah kecil. Dan begitulah tahun-tahun berikutnya berlalu tanpa pernah mereka sadari bahwa sebenarnya resolusi terbesar yang harus mereka lakukan adalah satu perubahan kecil yang nyata.


Tiba-tiba saya jadi punya gambaran yang tepat tentang hal ini. Gambaran tersebut sangat lekat dengan seorang atlet pelompat jauh atau seorang pelompat tinggi. Bayangkan urutan-urutan mereka sebelum melompat, biasanya mereka akan melihat target/tujuan, fokus terhadap target tersebut, menarik nafas panjang, menapak dengan satu langkah kecil yang mantap baru akhirnya mereka berlari dan melakukan lompatannya.


Urutan tersebut sama halnya dengan tahapan resolusi, sama sekali gak bisa diacak-acak, sudah baku dan tanpa kompromi. Gak akan pernah bisa misalnya kita melompat dulu baru berlari , itu menyalahi peraturan namanya. Dan gak akan pernah bisa kita melewati besi lompatan atau melompat lebih jauh kalau kita gak pernah tau tujuan, karena tanpa tujuan, kita gak akan pernah tahu apa batasan dan tolak ukur kita.


Well, begitulah harapan saya terhadap orang-orang terdekat saya, terhadap semua orang yang membaca tulisan remeh ini dan terutama untuk diri saya sendiri.


Setidaknya saya sudah memulainya dengan judul diatas, bukan sekedar copy paste, bukan sekedar mengucapkan happy new year ataupun happy belated new year, tetapi sedikit lebih jauh dari itu, satu perubahan kecil sederhana yang menjadikannya berbeda dan jauh lebih bermakna.


Sebagai penutup, tulisan ini juga saya buat dengan maksud sebagai balasan atas ucapan tahun baru dari saya. Semoga permainan kata sederhana tersebut adalah cerminan yang melanjutkan happy year melampaui tahun-tahun sebelumnya, dan semoga semua orang terdekat saya mampu melewati tahun ini jauh lebih meningkat dari sekedar copy paste tahun sebelumnya.


Just believe its a New Happy Year and always be^^


New Post"itive",

Bobby P Mulya

 

Bobby P Mulya blog's © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates