Sharing Something Good

"just" (Sharing) "just" [Something] "just" {Good}...

Total Pageviews

Powered by Blogger.

Popular Posts

Followers

Buy Domain Name

Site Info

Thursday, December 9, 2010

Perfect?

"Perfect" atau "Sempurna". Satu kata yang sering kita dengar dalam keseharian. Satu kata yang menjadi pujaan dan impian banyak orang. Satu kata yang seakan adalah segala-galanya dan seakan menjadi tujuan dari hidup ini.


Namun satu kalimat pada buku berjudul To Bee or Not to Bee karangan John Penberthy yang berbunyi "Kesempurnaan bukanlah keadaan, melainkan cara berpikir" sangat menggelitik pikiran saya. Seakan memutarbalikkan fakta dan bayangan akan kesempurnaan yang selama ini saya dengar dan kita kenal.


Pertanyaan yang kemudian muncul adalah "apakah sebenarnya kesempurnaan itu?". Well, saya setuju dengan pemikiran pada buku tersebut, bahwa kesempurnaan bukanlah suatu keadaan, melainkan cara berpikir kita.


Maksudnya begini, kita mungkin sering mendengar dan bahkan mengatakan "Sempurna" misalnya pada satu sosok selebritis yang super cantik, super sexy atau yang super kaya. I mean we all know she can get everything that she want...Tapi benarkah dia sesempurna itu?Benarkah dia secara pribadi merasa dirinya sudah sempurna?Dan benarkah segala pemenuhan kebutuhan menjadikan dirinya sempurna?


Contoh lain misalnya kita menyicipi makanan super enak yg dengan serta kita menyebutnya "Perfect". Tapi siapa yang tahu kalau seandainya bagi si koki yang memasaknya, makanan tersebut sebenarnya tidaklah sempurna, mungkin karena kekurangan satu bahan makanan atau mungkin karena penyajian garnish yang tidak seperti biasanya?


Well, untuk semua pertanyaan tersebut, saya akan mengatakan "I dont think so!". Karena sekali lagi, kesempurnaan bukanlah suatu keadaan, melainkan bagaimana cara kita memandang sesuatu, the way we think atau cara berpikir kita terhadap sesuatu.


Dengan kedewasaan cara berpikir kita, bahkan suatu ketidakbahagiaan bisa merupakan suatu kesempurnaan. Segala sesuatu adalah relatif dan satu kondisi akan selalu menciptakan kontradiksi.


Maksudnya, bagaimana kita bisa merasakan dingin kalau kita tidak tahu apa itu panas, bagaimana mungkin kita bisa sukses tanpa pernah mengenal kegagalan. atau bagaimana mungkin kita bisa bahagia tanpa tahu apa rasanya sedih, dan bagaimana mungkin kita menghargai megahnya kemenangan tanpa pernah merasakan apa itu kekalahan?


Kesempurnaan tidak menjamin terciptanya kebahagiaan. Kebahagiaan adalah akibat, bukan sebab. Kebahagiaan datang dari menerima keadaan apa adanya, datang dari perjuangan melalui segala kegigihan dan upaya.


Ingatlah bahwa di dalam ketidaksempurnaan, kita menemukan kesempurnaan.


Bahwa ketidaksempurnaan adalah wujud kesempurnaan yang sesungguhnya.


Keep Post"itive",

Bobby P Mulya

2 comments:

met said...

kayanya gue pernah bahas ini sama lo. entah setelah lo baca buku ini ato belom. yang pasti gue ga pernah baca. dan gue menyebut "kegilaan dan ketidakwajaran yang menghasilkan kesempurnaan" rite. hahaha..

semua cuma masalah sudut pandang kita terhadap apa yang terjadi dan menyikapinya :)

Bobby P Mulya said...

Met > Rite...kita emang sering membahas hal-hal bodoh macam begini kok. hehehe dan yang setiap hari kita bahas juga hal gila yang bodoh kan?

Justru itu yang membuat hidup kita sempurna..Rite?hehe...

Totally agree, semua yg terjadi dalam hidup cuma masalah "sudut panjang" aja kok.

Post a Comment

 

Bobby P Mulya blog's © 2010

Blogger Templates by Splashy Templates